Sunday, February 24, 2013

Here I'am..Ya Rasululloh #Part 1


Pertama kali bagi saya mengunjungi Kota Madinah, rasanya seneng banget. Akhirnya saya mengunjungi kota Rasululloh. Saya tiba di Kota Madinah pada tanggal 11 Feb pukul 23.30 waktu KSA (Kerajaan Saudi Arabia). Setibanya disana tidak langsung ke Masjid Nabawi, tapi ke penginapan terlebih dahulu untuk menaruh koper dan istirahat sejenak sebelum subuh. Maklum saja, perjalanan Indonesia – Madinah ini hampir satu hari penuh. Kami berangkat dari Indonesia pukul 11.45 WIB dan sampai di Jeddah pukul 18.00 KSA atau pukul 21.00 WIB (Hampir sekitar 9 jam perjalanan udara). Saat itu, kami menggunakan pesawat Garuda Indonesia (GA 980) dan langsung menuju Jeddah tanpa ada transit. Dari Kota Jeddah masih dilanjutkan perjalanan darat untuk sampai di Kota Madinah dengan waktu tempuh sekitar 4-5 jam perjalanan darat. Jadi, kebayang dong gimana rasanya badan yang sudah pegel karena kebanyakan duduk.

Saat itu, saya sama sekali tidak minat untuk tidur karena takut kesiangan ke masjid..hehe. Maklum saja di Masjid Nabawi ini sebelum Adzan Subuh sudah dipastikan tempat solat bagian dalam masjid sudah penuh. Nah, berhubung ini adalah kali pertama bagi saya maka saya sudah berangkat ke masjid pukul 03.00 pagi. Pada saat itu bingung masuknya lewat pintu yang mana yaa, karena banyak banget pintu masuknya..hehe. Sebagai informasi, adzan subuh di Masjid Nabawi ada 2 kali, adzan yang pertama itu pukul 04.30 KSA yang fungsinya sebagai peringatan gitu deh kalau waktu subuh sebentar lagi dan adzan kedua itu pukul 05.30 KSA yang menandakan sudah tiba waktu subuh. Nah pada adzan yang pertama ini sudah penuh dengan jamaah, jadi kalau kita datang setelah adzan pertama ini sudah di pastikan akan kebagian tempat di luar masjid. Kalau kita solat di dalam masjid, pas di pintu masuk tas yang kita bawa akan diperiksa oleh Askar yang berpakaian hitam. Katanya siy kalau ada yang bawa kamera atau barang-barang yang mencurigakan tidak boleh masuk dan menyuruh untuk menaruhnya di hotel. Nah, pada saat itu, saya deg-degan karena saya membawa handphone yang ada kameranya. Karena takut diambil akhirnya saya masukan ke dalam Al-Qur’an saya..hehe. Dan saya pun lolos dari pemeriksaan Askar (Penjaga Masjid). Dan you know what? Ternyata membawa handphone yang ada kameranya itu tidak apa-apa asalkan kita tidak memotret sembarang. Kalau sampai kita memotret sembarang dan diketahui Askar maka handphone kita diambil dan tidak dikembalikan.

Kesan pertama saya, ketika berada di Masjid Nabawi adalah senang, enak dan ingin kembali lagi. Padahal baru pertama kali datang loh..hehe. Entah kenapa rasanya kok indah banget yaa berada di Masjid Nabawi ini. Bagus banget masjidnya, luas dan berlapis emas loh. Karena saya adalah penyuka seni arsitektur maka saya senang melihat hiasan dinding, tiang dan langit-langit masjid. Oya, kubah Masjid Nabawi ini bisa buka tutup loh. Maksudnya, ketika sudah pagi kubah masjid akan dibuka dan ketika malam hari kubah akan ditutup. Pas banget saat pertama kali datang saya melihat kubah lagi ditutup, dan rasanya keren banget..hehe Subhanaloh.

Tiang, Langit-Langit Masjid yang berlapis emas di Masjid Nabawi

Suasana di sekitar Masjid Nabawi yang selalu ramai dengan jamaah dari berbagai penjuru dunia
Di Masjid Nabawi ini terdapat Makam Rasululloh, yang sebenarnya terpisah dengan Masjid Nabawi. Makam Rasululloh ini berada tepat dibawah kubah hijau masjid. Dan diantara makam Rasululloh dan Mimbar (tempat khutbah) ini terdapat Raudhoh (taman surga). Raudhoh ini tempatnya tidaklah luas dan ditandai dengan karpet warna hijau. Di Raudhoh setiap jamaah berlomba-lomba untuk berdoa dan sholat karena merupakan tempat yang langsung dikabulkannya doa kita. Ketika pertama kali saya ke Raudhoh ini saya bingung karena banyak sekali jamaah yang berlarian, saling berebut dan dorong mendorong. Ketika kaki saya menginjak karpet hijau, perasaan yang saya rasakan adalah tubuh saya gemetar luar biasa dan hanya mampu menyebut Subhanaloh. Saya terus maju ke depan mengikuti Muthoif saya untuk berdoa di tempat paling depan. Pada saat itu, saya bingung dimana saya harus solat karena banyak sekali jamaah yang sedang solat, sampai pada akhirnya Muthoif saya bilang, ayoo silakan solat disitu sambil menunjuk tempat di paling depan dan pojok dan sangat sempit tapi alhamdulilah muat untuk tubuh saya. and you know what?? Ketika saya mulai solat dan mengangkat tangan sambil mengucap Allahu Akbar, badan saya gemetar, air mata saya mengalir, dan isak tangis pun tak bisa tertahankan lagi. Sampai-sampai saya bingung berdoa apa. Doa saya yang terlintas adalah doa mohon ampun, mohon taubatnya diterima dan doa untuk mama, papa, keluarga dan diri saya sendiri. Nah, pas saya selesai solat, ternyata air mata saya tidak otomatis berhenti. Masih terus mengalir hingga keluar masjid. Disini pengalaman yang tidak terlupakan bagi saya.

Tepat dibawah kubah hijau tersebut terdapat Makam Nabi Muhammad SAW, dan foto ini saya ambil ketika sedang menuggu giliran untuk masuk ke dalam Raudhoh
Sekedar informasi, untuk perempuan waktu untuk berdoa di Raudhoh ini tidak setiap waktu. Terdapat jadwal untuk kita masuk ke raudhoh yaitu pada pukul 09.00 KSA, setelah Solat Dzuhur dan setelah Solat Isya sampai pukul 24.00 KSA. Di Raudhoh kita diperbolehkan solat sunah apa saja 2 rakaat. Ketika saya pertama ke Raudhoh saya solat sunah taubat, yang kedua solat sunah hajat dan yang ketiga solat sunah mutlak. Alhamdulilah, 3 hari saya di Madinah, saya bisa ke Raudhoh 3 kali. Alhamdulilah. Oya, sekedar tips untuk ke Raudhoh, kita haruslah sabar, jangan terpancing ikut terburu-buru, yakin bahwa diri kita sampai ke Raudhoh. Dan jangan pernah menyelinap di sela-sela jamaah Turki, karena selain berbadan besar, mereka juga relatif lebih tegap dan kuat dibanding jamaah asal Indonesia. Otomatis badan kita akan dengan sangat kasar didorong-dorong oleh mereka. Selain itu, jamaah asal Turki sangat bandel ketika ditertibkan oleh askar. Biasanya, mereka hanya akan mengangkat bahu sembari menoleh ke belakang jika dihalau oleh askar.

Di seberang masjid, masih di komplek Masjid Nabawi ini ada pemakaman sebagai tempat peristirahatan para syuhada’ dan makam istri Nabi Muhammad SAW, Aisah yaitu di tempat pemakaman Baqi. Bagi perempuan tidak boleh masuk ke tempat ini dan hanya dibuka usai shalat subuh sampai sekitar pukul 09.00 KSA.

Makam Baqi yang terdapat di komplek Masjid Nabawi
Ketika saya, berkeliling bersama rombongan, saya diceritakan oleh ustadzh saya tentang seseorang yang mencoba masuk ke dalam makam Rasululloh melalui bagian atas kubah yang berwarna hijau. Nah, ketika orang tersebut memanjat kubah tersebut untuk menghancurkannya, tiba-tiba petir kilat datang menyambar diri orang tersebut. Dan orang tersebut pun mati di tempat itu. Konon katanya orang tersebut adalah orang non muslim.  Astagfirulloh, Subhanalloh. 

Itu adalah bagian kubah yang rusak karena orang yang ingin masuk kedalam makam rasul
Bagian lain, yang sangat saya suka ketika berkelilingi di komplek Masjid Nabawi adalah ketika payung-payung besar masjid dibuka di pagi hari atau ketika cuaca di sekitar masjid cerah hehe. Keliataannya keren aja terknologi tersebut. Selain itu, saya pun menyukai waktu ketika selesai solat, banyak pedagang yang berjualan di pinggir jalan. Banyak barang-barang yang diperdagangkan mulai dari peci, jilbab, sejadah, tas, baju gamis, perabot rumah tangga dll. Rata-rata yang berjualan itu orang-orang kulit hitam, perkiraan saya siy orang afrika sana..hehe.
Suasana di luar masjid ketika seusai solat, para pedagang mulai menggelar barang dagangannya

Oke, segitu dulu cerita pengalaman saya di Madinah, yang akan saya lanjutkan di part selanjutnya. Sedikit berbagi foto-foto bersama teman-teman saya selama Umroh kali ini. 


Saya bersama rombongan yang didominasi oleh ibu-ibu dan saya adalah yang paling muda  disana :D

Alhamdulilah Ya Allah berfoto di depan Masjid Nabawi :D

Friday, February 22, 2013

Uang 20 Juta Pun Terkumpul

Dan uang 20 juta pun berhasil saya kumpulkan dalam waktu 1 tahun. Alhamdulilah Alhamdulillah Alhamdulillah.. keinginan saya umroh di usia muda dari hasil jerih payah sendiri pun tercapai. Hmm, bila di inget-inget awal tahun 2012, saya saat itu masih berujar dalam hati “Ya Allah ingin ke mekkah”. Dan Subhanallah, Allah Swt memudahkan segala urusannya. Sebelum menceritakan tentang perjalanan 9 hari ibadah saya, saya ingin ceritakan duhulu bagaimana dikumpulkannya uang itu dengan “The Power of Sedekah” yang saya praktekan.

Layaknya anak yang baru lulus, yang namanya idealisme itu bener-bener lagi diuji banget. Saat itu saya bingung untuk meneruskan S2 atau bekerja. Saya bisa saja saat itu langsung melanjutkan S2 di Undip dengan mengambil beasiswa yang ditawarkan oleh jurusan, namun saat itu pertimbangan saya sangat berat. Pertama, mama sudah meminta saya untuk kembali ke rumah. Kedua, saya sudah tidak nyaman di Semarang, dan yang ketiga saya gak mau lagi dikasih uang sama papa. Nah, katiga alasan inilah yang membuat saya kembali ke rumah sebelum puasa tahun 2011. Saat itu pun saya belum langsung bekerja, alasan karena belum ada panggilan karena belum melamar kemana-mana dan masih ingin liburan apalagi waktu itu kangen banget puasa dirumah..hehe. Alhasil baru setelah lebaran saya mencoba melamar pekerjaan. Dan alhamdulilah keterima di konsultan perencana di bulan September 2011. Awalnya, saat itu masih berfikir nyoba aja dulu daripada nganggur hehe..ehh ternyata malah sampai sekarang. 

Nah, disaat mulai kerja tersebut rasanya pengen banget mengumpulkan uang beli apapun yang saya mau tanpa bantuan mama dan papa. Maklum lah saya itu termasuk anak yang manja, tidak pernah nabung, selalu minta uang dan menghabiskan dalam waktu singkat sesingkat singkatnya. Dulu kepikiran mau beliin gadget terbaru lah, kamera terbarulah, dll. Cuma entah kenapa minat saya hilang untuk membeli barang-barang tersebut yang malah digantikan dengan niat umroh dengan tabungan sendiri. Jelas banget ini adalah suatu usaha keras yang mungkin baru pertama kali bagi saya..hehe. Kepikiran dulu apa bisa yaa mengumpulkan uang dengan jumlah minimal 20 juta dalam jangka waktu 1 tahun. Rasanya tuh galau banget, karena pengen banget umroh pas bulan ramadhan 2012 (bulan Agustus)..hehe. Kalau di hitung-hitung mana cukup nanti uangnya kalau ditabungin semua. Pada saat galau tersebut akhirnya kepikiran untuk membuktikan kehebatan The Power of Sedekah tadi. Gapapa deh kalau gak bisa di bulan ramadhan, yang penting saya umroh pikir saya. Dan, saya rencanakan tuh dari gaji yang saya dapat tiap bulannya, Saya bagi-bagi deh pengeluarannya. Minimal 2,5% dari gaji, harus saya berikan ke orang lain, kemudian ditabungin dan ngasih ke mama buat jajannya (walaupun mama gak pernah minta dan yang saya kasih pun gak besar-besar amat..hehe) tapi Alhamdulilah kami bisa shopping, facial, dan nonton bareng. Dan uang yang tersisa pun cukup untuk keperluan sehari-hari saya. And you know what? Ketika saya sudah mengalokasikan uang-uang tersebut, ternyata alhamdulilah banget saya gak pernah kekurangan sampai akhir bulan. Tidak sedikit pun uang saya kurang. Dan menurut mama siy, apa yang saya lakukan dan berikan itu berkah..Alhamdulilah Subhanaloh banget.
Setiap bulan selalu begitu sedekah dan nabungnya. Saya pun mencoba kalau pergi ke kantor naik kereta ekonomi. Alasannya bukan karena lebih murah, tapi lebih karena saya bisa berbagi disitu. Yap, berbagi pada pengamen, kaum difabel yang mencari uang dengan menyapu atau pun membeli barang dagangan yang kalau kata mama sebenernya saya tidak pernah butuh barang dengan barang yang saya beli tersebut. Hanya karena saya ingin liat penjualnya tersenyum dan mengucapkan alhamdulilah, yang membuat saya membeli barang tersebut. Dan lagi-lagi alhamdulilah dengan cara itu saya selalu merasa cukup tidak kekurangan.

Dan pada saat bulan Oktober 2012, alhamdulillah saya menghitung kalau tabungan saya belum cukup. Galau? Jelaslah..tapi lagi ah di sedekahin..apalagi pas mau idul adha, Dan alhamdulilah, 70% uang gaji saya pun dipakai untuk patungan buat kurban sapi. Sempet bingung nanti cukup gak yaa uang saya minimal buat ongkos ke kantor dan jajan. Tapi lagi-lagi Lillahita'ala saya pun tidak kekurangan sampai dapat gaji bulan berikutnya.

Bulan oktober pun, saya memutuskan survei travel umroh, buat nanya-nanya berapa siy ongkos di tahun 2013. Dan berdasarkan hasil survei minimal harganya 1850 USD atau skitar 19 jutaan dong. Pas saat itu, bilang ke travel kalau uang saya masih belum cukup kalau bulan februari berangkat umrohnya. Perhitungan saya saat itu, kira-kira bulan april-mei tabungan saya bisa cukup. Dan, saat itu, dapat nasihat dari Ummi (pengurus travelnya), jangan begitu selalu ada jalan kalau niatnya sudah siap. Tersentak dengernya. Akhirnya saya pun berdoa setiap habis Dhuha. Dan alhamdulilah, bulan November 2012 saya sudah bisa ngasih DP keberangkatan pertama di bulan Februari 2013.

Ga ngerti tuh gimana kejadiannya, hingga tabungan saya pun cukup, yang jelas alhamdulilah banget. Nah, dari pengalaman ini, kemudian saya selalu berdoa, untuk diberikan satu mata hati untuk selalu peka berbagi sesama makhluk Allah Swt. Sedekah adalah jalan dimudahkannya rezeki. Jangan takut kekurangan. Karena sesungguhnya kita akan selalu merasa kekurangan kalau kita tak pernah berbagi dan bersyukur.

Alhamdulilah

Friday, February 8, 2013

Kawasan Strategis Cepat Tumbuh

Di dalam Permendagri Nomor 29 tahun 2008 disebutkan bahwa dalam rangka mendorong percepatan pengembangan kawasan yang berpotensi sebagai pusat pertumbuhan wilayah, mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah dan mendorong pertumbuhan daerah tertinggal dan perbatasan perlu dilakukan upaya pengembangan kawasan strategis cepat tumbuh di daerah.

Permendagri tersebut menjelaskan bahwa Kawasan Strategis Cepat Tumbuh merupakan bagian kawasan strategis yang telah berkembang atau potensial untuk dikembangkan karena memiliki keunggulan sumber daya dan geografis yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi wilayah sekitarnya. Pengembangan Kawasan Strategis Cepat Tumbuh di daerah  provinsi/kabupaten/kota bertujuan:
  1.  Meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk unggulan di kawasan;
  2.  Meningkatkan pertumbuhan ekonomi di pusat pertumbuhan;
  3. Mendorong peningkatan kerjasama pembangunan antarwilayah secara fungsional, dan antardaerah yang relatif sudah berkembang dengan daerah tertinggal di sekitarnya dalam suatu keterpaduan sistem wilayah pengembangan ekonomi;
  4. Mengoptimalkan pengelolaan potensi sumberdaya spesifik daerah provinsi/kabupaten/kota bagi peningkatan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat, yang berwawasan kelestarian lingkungan; dan
  5. Menciptakan perwujudan keterpaduan, keseimbangan dan keserasian pertumbuhan antarwilayah.
Pemilihan dan Penetapan KSCT di daerah berdasarkan pada:
  1. Urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah provinsi dan daerah kabupaten/kota;
  2.  Hasil studi kelayakan lokasi; dan
  3.  Kebijakan pengembangan kawasan daerah yang meliputi Rencana Induk, Rencana Pengusahaan, dan Rencana Tindak Pengembangan Kawasan.
Pengembangan kawasan strategis cepat tumbuh oleh pemerintah daerah provinsi atau kabupaten/kota diselenggarakan berdasarkan kebijakan pengembangan kawasan yang meliputi Rencana Induk, Rencana Pengusahaan, dan Rencana Tindak. Adapun dalam penyusunan rencana tersebut, pemerintah daerah berpedoman pada Rencana Tata Ruang Wilayah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.

Pedoman dalam Penyusunan Rencana Tindak Kawasan Strategis Cepat Tumbuh
Suatu wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena memiliki pengaruh sangat penting dalam lingkup provinsi/kabupaten/kota terhadap ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan, dapat ditetapkan untuk dikembangkan menjadi kawasan strategis cepat tumbuh daerah. Kawasan strategis cepat tumbuh dapat dipilih apabila memenuhi kriteria:
  1. Komitmen politik kepala daerah dan DPRD provinsi/kabupaten/kota untuk melaksanakan pengembangan kawasan secara berkelanjutan;
  2. Potensi yang besar ditinjau dari dukungan ketersediaan sumberdaya alam yang meliputi sektor dan produk-produk unggulan yang dapat diperbaharui, kesesuaian lahan, dan ketersedian pencadangan lahan bagi pengembangan investasi, khususnya dalam mendorong industri pengolahan di dalam negeri berbahan baku lokal sebagai potensi penggerak pengembangan perekonomian kawasan secara berkelanjutan;
  3. Potensi infrastruktur atau prasarana dasar yang relatif memadai seperti jalan, jembatan, air bersih, listrik, bahan bakar, dan telekomunikasi; serta sarana penunjang, seperti alat angkutan/transportasi, gudang, pendingin (coldstorage), peralatan pengolahan dan distribusi, sesuai kebutuhan pengembangan bisnis sektor dan produk unggulan di kawasan;
  4. Keterkaitan pengelolaan pembangunan antarpusat pertumbuhan, dan pusat pertumbuhan dengan daerah tertinggal di sekitarnya dalam suatu keterpaduan sistem wilayah pengembangan ekonomi;
  5. Kelembagaan pengelolaan kawasan, serta pengelolaan bisnis sektor dan produk unggulan kawasan, yang didukung dengan sistem dan mekanisme pengelolaan pembangunan tahunan secara hirakhis fungsional mulai dari tingkat pusat, tingkat provinsi, dan kabupaten/kota; dan
  6. Dukungan tenaga kerja terampil dan terdidik dalam mengelola bisnis sektor dan produk unggulan kawasan.
Faktor Penentu Keberhasilan Pengembangan KSCT di daerah berdasarkan:
  1. Penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan investasi;
  2. Kepastian hukum tentang jaminan keamanan investasi, kemudahan dan transparansi pengelolaan perijinan usaha melalui pelayanan satu pintu, keharmonisan hubungan investor dengan tenaga kerja, dan keadilan di antara pelaku usaha di hulu dengan di hilir;
  3. Keterpaduan program dan kegiatan instansi sektoral di pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, dengan kegiatan pelaku usaha dan masyarakat sesuai dengan kebutuhan;
  4. Peningkatan keterkaitan bisnis yang saling menguntungkan antara pelaku usaha skala besar, dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemberdayaan masyarakat UMKM;
  5. Pengutamaan keterkaitan yang saling menguntungkan antarpelaku usaha dan antarkawasan, seperti mengupayakan keterkaitan pengembangan pusat pertumbuhan dengan sentra produksi di kawasan sekitarnya;
  6. Pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya buatan secara optimal dan berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat; dan
  7. Pengutamaan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi guna meningkatkan daya guna dan hasil guna industri pengolahan di dalam negeri berbahan baku lokal dengan tujuan ekspor dalam bentuk barang jadi.
Pengembangan kawasan strategis cepat tumbuh pada tingkatan wilayah adalah sebagai berikut:
  • Pengembangan kawasan strategis cepat tumbuh di kecamatan merupakan bagian dari pengembangan kawasan strategis kabupaten/kota;
  • Pengembangan kawasan strategis cepat tumbuh di daerah kabupaten/kota merupakan bagian dari Pengembangan kawasan strategis provinsi;
  • Pengembangan kawasan strategis cepat tumbuh di daerah provinsi merupakan bagian dari pengembangan kawasan strategis nasional.
Pengembangan Kawasan Strategis Cepat Tumbuh

Pelaku usaha baik skala mikro, kecil, menengah, dan besar merupakan pelaku utama pengembangan sektor riil di kawasan strategis cepat tumbuh di daerah. Pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten/kota memfasilitasi kegiatan pelaku usaha. Beberapa konsep pengembangan Kawasan Strategis Cepat Tumbuh antara lain:
·         Kawasan agropolitan
·         Kawasan minapolitan
·         Kawasan sentra produksi
·         Kawasan usaha agribisnis terpadu
·         Kawasan industri masyarakat perkebunan (KIMBUN)
·         Kawasan usaha peternakan (KUNAK)
·         Kawasan industri peternakan (KINAK)
·         Kawasan sentra tanaman pangan dan holtikultura
·         Kota transmigrasi mandiri
·         Kawasan bahari terpadu (KBT)
·         Kawasan sentra budidaya perikanan
·         Kawasan pariwisata
·         Kawasan industri kecil dan menengah

Pengelolaan Kawasan Strategis Cepat Tumbuh
Pengelolaan Kawasan Strategis Cepat Tumbuh di daerah melibatkan seluruh unsur pemerintah daerah baik kepala daerah dan SKPD terkait. Selain itu, dibutuhkan juga kerjasama antar pemerintah daerah sesuai dengan keterkaitan fungsional kawasan yang akan dikembangkan. Kerjasama yang dimaksud juga melibatkan unsur perguruan tinggi, pelaku usaha sektor dan produk unggulan, lembaga swadaya masyarakat, dan lembaga non pemerintah lainnya. Tiap kepala daerah administratif berkewajiban untuk melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan pengembangan kawasan di wilayahnya.

Pengelolaan Kawasan Strategis Cepat Tumbuh
Pendanaan Kawasan Strategis Cepat Tumbuh
Tingkatan KSCT menjadi faktor penentu dalam hal pendanaan. Dalam hal ini, KSCT dibagi menjadi 3 tingkat yakni :
  1. Pendanaan pembinaan pengembangan kawasan strategis cepat tumbuh di tingkat pusat bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara;
  2. Pendanaan pembinaan pengembangan kawasan strategis cepat tumbuh di tingkat provinsi bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah provinsi;
  3. Pendanaan pembinaan pengembangan kawasan strategis cepat tumbuh di tingkat kabupaten/kota bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten/kota.
Selain itu, untuk mendorong optimalisasi kegiatan sektor riil pada kawasan strategis cepat tumbuh di daerah pendanaan pembinaan dapat berasal dari:
  • Sumber lain yang sah dan tidak mengikat
  • Investasi pelaku usaha dan masyarakat


Tuesday, December 25, 2012

Ya 'Ahowu, Nias Selatan

Finally, saya menyentuh pulau kecil yang masuk dalam salah satu kategori daerah tertinggal di Indonesia. Yap, Kabupaten Nias Selatan (Provinsi Sumatera Utara). Perjalanan ke Nias Selatan (Nisel) ini sangat jauh juga yaa (padahal kalau lihat di peta kok ya deket sama Pulau Jawa..hehe). Perjalanannya ditempuh 2x pesawat dan disambung dengan perjalanan darat via mobil. Perjalanan udara yang pertama adalah Jakarta-Medan yang ditempuh 2 jam perjalanan (via: Citilink Indonesia), kemudian terbang lagi dari medan menuju Gunungsitoli (Kab. Nias) yang ditempuh 45 menit. Nah yang paling berkesan di penerbangan kali ini adalah penerbangan yang kedua..kenapa? karena kali pertama bagi saya terbang menggunakan pesawat kecil yang ada baling-balingnya..ngeriii cuyy

Pesawat Wings Air
(Medan-Gunungsitoli)
Setelah, 45 menit terbang diatas lautan, tibalah di Bandara Binaka yang ada di Gido, Kab. Nias. Bandaranya sangat sepi sekali dan sejauh mata memandang yang terlihat adalah pohon kelapa. Yap. Karena wilayah yang berupa kepulauan makanya banyak pohon kelapa. Dari Bandara Binaka ini, perjalanan dilanjutkan menggunakan mobil untuk menuju Telukdalam (Kab. Nisel) yang ditempuh kurang lebih 3 jam. Perjalanan ini pun dirasa sangat jauh sekali dan sepi. Selama perjalanan ini yang terlihat lagi-lagi pohon kelapa, gunung, permukiman, lautan, dan beberapa babi-babi yang berkeliaran. Kondisi jalan dari Gunungsitoli menuju Telukdalam baik dan sangat lancar (ya iyalah wong jarang yang lewat juga..hehe).


Bandara Binaka, Kab. Nias
Sesampainya di Telukdalam langsung dong istirahat dulu, saat itu mengambil penginapan di dekat pantai kalau tidak salah namanya Wisma Yonnas. Di Nisel ini tidak banyak hotel/penginapan. Wisma Yonnas adalah penginapan yang paling baik di Nisel (menurut saya) dan hotel ini juga menjadi tujuan dari tamu-tamu yang berkunjung. Letaknya tidak jauh dari pusat pemerintahan Nisel yang menjadi tujuan kami untuk survei.

Selama melakukan survei di Nisel, ada banyak hal menarik untuk diceritakan, mulai dari kondisi alamnya, masyarakatnya, potensi daerah dan budaya setempat yang ada. Hmm, saya mulai dari kondisi alamnya yaa..hehe..


Kalau dilihat,  Kab. Nisel ini merupakan wilayah kepulauannya, yang terdiri dari 18 kecamatan dan memiliki 104 pulau besar kecil dengan jumlah pulau yang dihuni berjumlah 21 buah dan yang tidak berpenghuni 83 buah. Pulau-pulau besar yang terluar meliputi Pulau Tanah Bala (39,67 km2), Pulau Tanah Masa (32,16 km2), Pulau Tello (18,00 km2) dan Pulau Pini (24,36 km2). Adapun penyebaran pulau-pulau menurut kecamatan antara lain di Kecamatan Pulau-Pulau Batu 101 pulau (termasuk Kecamatan Hibala), Kecamatan Lahusa 1 pulau, dan Kecamatan Loloawa’u 2 pulau. Nah, dari banyaknya pulau-pulau di Nisel ini, dominasi penggunaan lahan yang paling besar adalah hutan, hutan rakyat, dan perkebunan. Sebagian besar hutan disana ditumbuhi oleh pohon kelapa, cokelat dan karet. Kemudian, dilihat dari kondisi fisik wilayahnya, Kabupaten Nias Selatan adalah wilayah yang rawan dengan bahaya alam seperti gerakan tanah, banjir, gempa bumi dan tsunami. Gerakan tanah yang terjadi di Kabupaten Nias Selatan dipicu karena kemiringan lereng, litologi/batuan, struktur geologi dan curah hujan yang tinggi. Hampir 90% wilayah di Kabupaten Nias Selatan memiliki curah hujan yang tinggi yaitu 3000-3500 mm/thn. Dengan curah hujan yang tinggi dan kondisi kemiringan lereng yang dibentuk oleh batuan kurang kompak menjadi penyebab terjadinya longsor di Kabupaten Nias Selatan.

Kondisi Perkotaan Nisel
Kondisi demografi Kab. Nisel dilihat dari komposisi penduduknya, paling banyak adalah kelompok usia 0-9 tahun. Jumlahnya mencapai 38.369 jiwa (usia 0-4 tahun) dan 40.031 jiwa (usia 5-9 tahun) di tahun 2011. Nah, kenapa lebih banyak anak kecil? Mungkin hal ini disebabkan karena tidak ada hiburan di Kabupaten Nisel ini dan juga masih belum terjangkau listrik seluruh wilayahnya. Maka dari itu banyak penduduk yang mencari hiburan dengan memproduksi anak (hehe). Dan memang, pembuktian banyak anak kecil di Kabupaten Nisel ini mudah terlihat sekali. Sewaktu survei kemarin, di sepanjang jalan dan di depan halaman rumah banyak anak-anak kecil yang sedang bermain dan berlarian. Bahkan mungkin bisa dibilang di Kabupaten Nisel ini lebih banyak anak kecil berkeliaran dibanding dengan anak ayam yang berkeliaran..hehe. Nah, selain jumlah anak kecil yang sangat banyak, ternyata masyarakat pun banyak yang masuk dalam kategori keluarga pra sejahtera, jumlahnya besar sekali yaitu mencapi 48.483 keluarga (tahun 2011). Kebayang dong, bagaimana kondisi disana. Sudah wilayah kepulauan, jauh dari ibukota negara dan terisolir ditambah kemampuan masyarakat yang masih tergolong rendah.

Pantai Nisel di sepanjang
Jalan Telukdalam-Gn. Sitoli
Akan tetapi, sebenarnya Kabupaten Nias Selatan ini punya banyak potensi alam loh.. terutama di sektor perkebunan, perikanan dan peternakan. Di sektor perkebunan yang paling menonjol adalah pada komoditas cokelat dan kelapa. Hampir setiap kebun masyarakat ditanami pohon ini. Tapi sayang, kemampuan masyarakat dalam pengelolaannya masih tradisional sehingga hasilnya kurang optimal. Kondisi ini disebabkan karena keterbatasan informasi dan pengetahuan masyarakatnya. Selain itu juga sulitnya dalam memasarkan hasil produksi mereka. Apalagi di Kab. Nisel ini tidak ada satu pun industri pengolahan dan semua hasil produksinya di bawa ke Sibolga (Sumatera Utara) menggunakan kapal. Kemudian, di sektor perikanan, tidak usah diragukan sekali, banyaakkk banget potensinya, mulai dari produksi ikannya sampai pantainya. Produksi ikan yang memiliki komoditas tinggi adalah ikan kerapu. Banyak sekali permintaan ikan kerapu dari negara Hongkong. Tapi lagi-lagi untuk perikanan peralatan nelayan masih tradisonal banget. Kalau untuk tempat wisata pantai yang terkenal itu ada di Pantai Lagundri dan Sorake. Daerah Pulau-Pulau Batu merupakan tempat wisata bahari yang terkenal dengan keindahan lautnya yang mengundang banyak wisatawan untuk berjemur dan menyelam.


Selanjutnya, di sektor peternakan yang paling banyak itu adalah babi. Binatang babi ini banyak dipelihara oleh masyarakat di Kabupaten Nisel, baik untuk konsumsi sehari-hari maupun untuk acara-acara penting seperti pernikahan, kelahiran, kematian dan penyambutan tamu-tamu istimewa. Biasanya pada acara-acara besar tersebut, masyarakat menyembelih beberapa ekor babi sebagai bentuk penghormatan. Harga babi per ekornya berkisar Rp 1 Juta- Rp 2 Juta bergantung dari berat badannya. Katanya siy daging babi dari Nisel ini enak gitu.. tapi berhubung saya muslim jadi saya tidak memakannya.

Keunikan Nisel untuk tradisi budayanya adalah lompat batu. Letaknya ada di Bawomataluo. Tradisi saat ini untuk lompat batu, kalau ada pemuda nias yang berhasil melakukan lompat batu ini akan dianggap dewasa dan matang secara fisik sehingga dapat menikah. Kadang orang yang berhasil melakukan tradisi ini juga akan dianggap menjadi pembela desanya jika terjadi konflik. (sayang waktu kesana ga sempet liat lompat batu..hiks

Oya, ada lagi yang menarik di Nias Selatan ini. Hmm yaitu banyak juga laki-laki dan perempuan yang ‘good-looking’ juga loh..hehehe.. sekilas sewaktu survei ada beberapa dari mereka yang berkulit putih dan mirip kayak orang jepang. Hmm konon waktu jaman penjajahan siy, wilayah nias diduduki oleh pemerintahan jepang.

Sekilas tentang lautan nias
Pantai Telukdalam
Kantor Bappeda Nisel














Yap, that’s all about Nisel..
Hope can go to another place and will tell story in my blog..have a nice live ^__^

Tuesday, August 28, 2012

Nothing Last Forever - Marron 5


huaaawaaa...yapp lagu maroon 5 ini yang lagi saya suka sekarang. kenapa? karna lagu ini easy listening abis, dan menggambarkan cerita cinta saya sekali. But, ini bukan untuk mengenang cerita itu loh yaa! coba dengerin deh guys lagunya!! :p


It is so easy to see
Dysfunction between you and me
We must free up these tired souls
Before the sadness gets us both

I tried and tried to let you know

I love you but I'm letting go
It may not last but I don't know
Just don't know

If you don't know then you can't care

And I show up but you're not there
But I'm waiting and you want to
Still afraid that I will desert you

Everyday with every word whispered

We get more far away
The distance between us makes it so hard to stay
But nothing last forever but be honest, babe
It hurts but it may be the only way

A web that's warm with memories

Can heal us temporarily
The misbehaving all it makes
The ditch between us so damn deep

Built a wall around my heart

Never let it fall apart
Strangely I wish secretly
It won't fall down while I'm asleep

If you don't know then you can't care

And I show up but you're not there
But I'm waiting and you want to
Still afraid that I will desert you, babe

Everyday with every word whispered

We get more far away
The distance between us makes it so hard to stay
But nothing last forever but be honest, babe
It hurts but it may be the only way

But we have not hit the ground

Doesn't mean we're not still falling
I want so bad to pick you up
But you're still too reluctant to accept my help

What a shame

I hope you find somewhere
To place the blame
But until then the fact remains

Everyday with every word whispered

We get more far away
The distance between us makes it so hard to stay
Nothing last forever, but be honest, babe
It hurts but it may be the only way

Everyday with every word whispered

We get more far away
The distance between us makes it so hard to stay
But nothing last forever, but be honest, babe
It hurts but it may be the only way