Sunday, February 26, 2017

Dr. Ibrahim Elfiky #1: Macam-macam Berpikir Positif

-->
Artikel ini saya adopsi dari buku karya Dr.Ibrahim Elfiky yang berjudul Terapi Berpikir Positif. Buku ini sangat saya sukai dan begitu menginspirasi saya untuk selalu berpikir positif. Akan ada 3 artikel yang akan saya tuliskan ulang dalam buku tersebut. Berikut artikel pertama yang berjudul Macam-Macam Berpikir Positif. Selamat Membaca! :D

1.    Berpikir Positif Untuk Menguatkan Cara Pandang
Berpikir jenis ini digunakan seseorang untuk mengukuhkan cara pandangnya tentang sesuatu. Dengan demikian, ia akan merasa pandangannya benar walau hasilnya negatif.

Jenis cara berpikir ini dapat berguna jika dipakai untuk mengukuhkan satu gagasan yang membantu diri sendiri dan orang lain. Contoh cara berpikir positif untuk menguatkan pendapat adalah cara berpikir Roger Panster, juara dunia lari 100 meter, yang mendengar pendapat seorang komentator bahwa makhluk apapun di muka bumi ini tidak mungkin menempuh jarak satu mil dalam tempo tiga menit. Panster tidak mengomentari pendapat ini, tapi ia yakin dapat melakukannya. Ia tidak buang-buang waktu dengan berdebat. Ia segera berlatih lari sejauh satu mil dalam tempo tiga menit. Seperti biasa, orang-orang yang merasa dirinya tidak akan berhasil mengkritik dan mematahkan semangat orang lain. Kritik mereka cukup pedas, tetapi Roger Panster tidak mengindahkannya, olok-olokan mereka tidak didengarkan. Ia terus berusaha lari sejauh satu mil dalam tempo tiga menit. Dalam waktu kurang dari enam bulan ia menjadi orang pertama yang berhasil melakukan itu. Ia berhasil menghancurkan jaring-jaring pikiran negatif. Ia berhasil mengukuhkan pendapatnya bukan dengan ucapan, melainkan dengan tindakan.

2.    Berpikir Positif Karena Pengaruh Orang Lain
Seseorang dapat berpikir positif karena pengaruh orang lain. Contoh: ketika menonton acara binaraga dan olahragawan, kita tiba-tiba ingin berolahraga. Bisa jadi kita benar-benar memulainya kemudian selalu berlatih sampai mendapat berat badan dan kesehatan yang diinginkan. Bisa jadi pula kegiatan olahraga itu kita tinggalkan setelah melakukan beberapa kali. Pengaruh berpikir positif seperti ini bisa jadi negatif bagi sebagian orang yang terpengaruh oleh orang lain, tapi kemudian kehilangan semangat dan merasa frustasi. Bisa juga berpengaruh positif dan mendorong seseorang untuk ikut memulai dan tidak membuang-buang waktu untuk sesuatu yang negatif dan berkeluh kesah. Justru ia terus berbuat, menganalisis, dan memperbaiki perbuatannya sampai ia berhasil meraih yang diinginkan.

3.    Berpikir Positif Karena Momen Tertentu
Pernahkan kita bertanya, mengapa perilaku manusia menjadi lebih baik di bulan Ramadhan dan bulan-bulan suci lainnya?

Moment tersebut memiliki ikatan spiritual dengan manusia. Tak seorang pun mau membuat Allah murka dan semua orang tentu ingin mendapatkan kebaikan yang banyak. Dengan demikian, orang akan memerhatikan perilakunya dan berhati-hati dalam bersikap terhadap orang lain dan pada diri sendiri. Tetapi setelah bulan Ramadhan ia kembali seperti sedia kala, bahkan bisa lebih buruk. Mengapa demikian? Karena pikiran dan perilaku positifnya bergantung pada momen tertentu, bukan pada nilai-nilai yang berlaku sepanjang masa.

Selain bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki perilaku, berpikir positif berkaitan dengan waktu ini, bisa pula dimanfaatkan untuk membangun kebiasan-kebiasaan positif yang baru.

4.    Berpikir Positif Saat Menghadapi Kesulitan
Ketika seseorang mengidap penyakit berbahaya, kehilangan salah satu organ tubuhnya karena sebuah kecelakaan, atau kehilangan orang yang dicintai, ia melalui beberapa tahapan kejiwaan yang bisa berlangsung sekian lama. Ia juga dapat berhenti pada sikap menerima, berusaha untuk tetap maju, berpikir positif, dan fokus pada upaya menyelesaikan masalah. Sebagian orang menghadapi masalah dalam hidupnya dengan sikap negatif dan menjadi dendam pada segala sesuatu. Pikirannya negatif, konsentrasinya pada kemungkinan terburuk, dan perasaannya negatif. Tentu saja hal ini memengaruhi perilaku dan semua sisi hidupnya.

Sebagian orang, ketika menghadapi musibah, semakin dekat kepada Allah. Selanjutnya ia memikirkan bagaimana menyikapi masalah yang sedang ia hadapi, berusaha mengambil manfaatnya, dan mengubahnya menjadi sebuah keahlian.

5.    Selalu Berpikir Positif
Inilah jenis berpikir positif yang paling baik dan paling kuat karena tidak terpengaruh oleh ruang, waktu, dan pengaruh lainnya. Ia telah menjadi kebiasaan. Ada masalah atau tidak, ia selalu bersyukur pada Allah. Selanjutnya, ia berpikir mencari solusi dari segala kemungkinan hingga pikiran itu menjadi kebiasaan hidupnya. Orang yang memiliki kepribadiaan semacam ini akan menjalani hidup dengan damai, tenang dan bahagia. 



Salam Hangat,
 

Thursday, November 3, 2016

Pulau Samalona

Assalamualaikum, kali ini saya ingin menceritakan perjalanan saya mengunjungi Pulau Samalona, Makassar. Kunjungan saya ke Kota Makassar bukanlah yang pertama kali. Saya sudah cukup sering melakukan perjalanan dinas ke Kota Makassar. Namun, merencanakan wisata di Kota Makassar terutama mengunjungi pulau kecil yang ada di sekitaran Sulawesi Selatan adalah kali pertama bagi saya.

Awalnya saya ragu untuk mengunjungi pulau-pulau kecil yang ada di sekitar Sulawesi Selatan. Keraguan saya ini karena faktor biaya yang relatif mahal dan akomodasi yang tidak begitu mudah. Hal ini dilatarbelakangi karena riset saya terhadap “Takabonerate” yang indah banget tetapi membutuhkan waktu, biaya, dan tenaga yang besar. Jadilah saya men-generalisasi-kan kalau semua pulau-pulau kecil di Sulawesi Selatan itu mahal!

Well, tetapi semua itu terbantahkan, ketika ada seorang teman kantor saya yang mengajak saya untuk pergi ke Pulau Samalona dan sekitarnya. Maka saat itulah kami mencari informasi melalui internet bagaimana cara untuk mengunjungi Pulau Samalona. Berdasarkan informasi yang saya peroleh, untuk mengunjungi Pulau Samalona cukup mudah, hanya dengan menyewa spead boat milik nelayan yang banyak terdapat di depan Benteng Fort Rotterdam. Nah, karena kebetulan saya belum pernah memasuki benteng Fort Rotterdam, maka saya pun mampir sebentar untuk melihat benteng tersebut.

Saya pun kemarin menyeberang dari depan Benteng Fort Rotterdam, karena pas ada pemilik spead boat yang menghampiri saya untuk menawarkan jasa sewa spead boat-nya. Saat itu harga sewa yang ditawarkan kepada kami sebesar Rp400 ribu untuk mengunjungi 3 (tiga) pulau. (Mungkin kalau kalian bisa nawar akan bisa mendapatkan harga lebih murah). Adapun pulau yang ditawarkan yaitu Pulau Samalona, Pulau Lae Lae, dan Pulau Khayangan (kalau saya tidak salah ingat) :p

Pulau pertama yang kami kunjungi adalah Pulau Samalona. Untuk menuju ke pulau ini hanya membutuhkan waktu 30 menit saja. Saya merasa excited sekali, karena belum pernah naik kapal spead boat di tengah perairan Selat Makassar. Hembusan angin dan ombak yang cukup besar benar-benar bikin saya tertawa lepas sekaligus cemas. Cemas karena kepikiran gimana kalau spead boat ini terhempas ombak dan terbalik!! Haha. Tapi kemahiran bapak yang membawa spead boat kami cukup lihai dalam mengemudikannya, jadi cukup menepis kekhawatiran saya. Dan foto selfie di atas kapal spead boat pun tak luput untuk dilakukan. 



Look!!!

Dan setibanya saya di Pulau Samalona pun, saya merasa riang sekali sekaligus terkesima dengan Pulau Samalona ini. Pulau yang hanya memiliki luas 2,3 hektar ini ternyata memiliki pemandangan yang sungguh menawan dengan pasir putih dan lautnya yang bersih (namun banyak karang). Hehehe. Saking kecilnya pulau ini saya pun berhasil mengelilingi pulau ini. Nah, katanya sih di Pulau Samalona ini bisa snorkeling karena keindahan karang laut yang dimilikinya. Tapi saat itu, saya hanya menikmati dengan bermain pasir dan menikmati pemandangan laut lepas yang luas. Ohya, di pulau ini juga terdapat rumah penduduk yang juga bisa disewakan. Selain itu, kita juga dapat bersantai menikmati kelapa muda sambil bermain pasir ataupun berjemur. Pokoknya seru deh berlibur ke pulau ini untuk melepas penat sejenak. Anyway, katanya pulau ini sebenarnya milik beberapa orang, ada sebuah papan pengumuman di pulau ini yang menyebutkan siapa saja pemiliknya. (But I didn’t see those board).


 





Next, untuk cerita Pulau Lae-Lae bisa lanjut di postingan selanjutnya ya :) 


Wassalamualaikum :)


Catatan perjalanan 17.06.2016


Tuesday, October 25, 2016

Bangka Barat "Kota Seribu Kue"

Assalamualaikum, Halooo, lama sekali ya saya tidak update blog ini. Padahal banyak banget yang ingin di posting, terutama tentang perjalanan yang telah saya lakukan. Yap, tentunya perjalanan yang tidak terlepas dari urusan pekerjaan saya selama satu tahun belakangan ini. Semoga semua cerita perjalanannya mampu saya tuliskan ya. Tentunya bukan untuk sombong tapi sekedar menjadi “memory” bagi saya. Jadi ketika saya rindu, saya bisa membaca catatan perjalanan saya.

Well, yang ingin saya cerita disini tentang kunjungan saya ke Kabupaten Bangka Barat. Lebih dari 1 (satu) tahun yang lalu saya mengunjungi Kabupaten Bangka Barat. Saat itu saya merasa excited tapi juga kesal dengan perjalanan pekerjaan ini. Saya excited karena saya tau kalau Kepulauan Bangka-Belitung indah sekali pemandangannya. Sebelumnya saya sudah pernah ke Kabupaten Belitung jadi saya memiliki keyakinan kalau Pulau Bangka pun sama indahnya dengan Pulau Belitung. Salain itu, yang bikin saya juga merasa excited karena list kabupaten yang belum saya kunjungi di Indonesia pun sedikit berkurang. Hehehe. Nah, lalu apakah yang bikin saya kesal? Yap, tentunya perjalanan pekerjaan yang cukup lama yaitu selama 2 minggu dan disaat bulan ramadhan. Sebenarnya sih gak salah juga keluar kota di Bulan Ramadhan yaa..hehehe. Meskipun kesal pergi di Bulan Ramadhan, saya tetap bisa menikmati perjalanan saya di Bangka Barat. Tentu saja ini karena banyaknya tempat wisata yang menarik perhatian saya.

Nah, ada apa sih di Kabupaten Bangka Barat?? Oke, Let’s check it out guys…

Pesanggrahan Menumbing
Bangunan Pesanggrahan Menumbing terletak di Bukit Menumbing, merupakan sebuah kastil yang dibangun pada masa penjajahan Belanda di ketinggian 445 m dpl. Komplek villa atau pesanggrahan peristirahatan pegawai perusahaan timah Bank Tinwinning Bedriff ini diperkirakan dibangun pada tahun 1927. Tempat ini dulu dijadikan tempat pengasingan Bung Hatta, Mr. Pringgodigdo, Komodor Surya Darma, Mr. Assa’at, Mr. Ali Sastroamidjojo, Mr. Moch Roem, sejak tanggal 22 Desember 1948 s.d 7 Juli 1949 pada masa pasca proklamasi kemerdekaan RI. Pesanggarahan ini sekarang telah dibangun beberapa fasilitas umum, seperti hotel, restoran, lapangan tenis, karoke keluarga, sport track, kolam renang, gazebo, dan lain-lain.

Pesanggrahan Muntok
Pesanggrahan ini terletak di Kota Muntok, dibangun pada tahun 1927 oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Gedung ini merupakan salah satu tempat bersejarah karena disinilah Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno pernah diasingkan selama lebih dari lima bulan (Februari – Juli 1949). Dari gedung inilah beliau bersama-sama dengan para pemimpin dan pejuang bangsa pada masa itu seperti Moh. Hatta, Mr. Ag. Pringgpdogo, Mr. Assa’at, Komodor Surya Darma, Mr. Ali Sastoamijoyo, Mr. Moh. Roem, melanjutkan perjuangan melawan pemerintahan kolonial guna mempertahankan kemerdekaan NKRI yang telah diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Masjid Jami
Masjid ini terletak di Kecamatan Muntok, berdiri pada tahun 1879 (1300 H). Masjid ini merupakan masjid tertua di Kepulauan Bangka Belitung. Masjid ini dibangun oleh H. Abang Muhammad Ali (bergelar Tumenggung Kertanegara II), dibantu oleh H. Nuh dan H. Ya’kup serta masyarakat muntok.

Kelenteng Kung Fuk Miaw
Kelenteng ini merupakan kelenteng pertama di Muntok dari Mayor A Tiam, didirikan oleh bangsa Cina Kuatang dan Fu-Kien pada tahun 1820.

Rumah Mayor
Rumah Mayor Muntok dibuat pada zaman penjajahan Belanda. Rumah ini dulunya ditempati oleh seorang Mayor dari keturunan Cina. Tempat bersejarah ini terletak di Pasar Kota Muntok dan berjarak 0,9 km dari pusat Kota Muntok.

Museum Timah Indonesia
Awalnya gedung ini bernama Hoofdbureau Banka Tinwinning Bedriff dan sekaligus pusat pemerintahan (residen) Belanda di Pulau Bangka yang dibangun pada tahun 1915. Bangunan ini sekarang dijadikan Museum Timah Indonesia, sebuah museum edukasi yang menampilkan sejarah awal pembentukan Kota Muntok, sejarah tragedy Kapal Vyner Brooke, sejarah pengasingan tokoh perjuanan kemerdekaan NKRI, sejarah PT. Timah, Tbk dan penambangannya di Pulau Bangka.

Museum Timah Indonesia
Pantai Tanjung Kalian
Pantai ini hanya berjarak 7 km dari Kota Muntok dan dapat ditempuh lewat jalan beraspal atau menyusuri pantai berpasir putih. Ada sebuah mercusuar setinggi 56 m buatan Belanda dengan arsitektur bergaya Inggris, buatan tahun 1862, masih berdiri dengan kokoh. Mercusuar ini masih berfungsi dengan baik, memancarkan cahaya lampu sejauh 25 mil untuk memandu kapal-kapal yang keluar masuk Selat Bangka.

Pantai Tanjung Kalian
Mercusuar Tanjung Kalian
Pantai Baturakit
Pantai ini masih satu hamparan dengan Pantai Tanjung Kalian dan Pantai Muntokasin, sekitar 6 km dari Kota Muntok.

Senja di Pantai Baturakit
Pantai Tanjung Ular
Pantai ini berjarak 12 km dari Muntok. Pantai ini juga mempunyai Mercusuar buatan Belanda. Pantai Tanjung Ular sangat menarik wisatawan karena memiliki pasir putih dengan deretan pantai di sepanjang pantai.

Pantai Pasir Kuning
Pantai ini berjarak kurang lebih 116 km dari Kota Muntok, terletak sekitar 1,5 km dari pusat Kota Tempilang atau berada di Desa Tempilang, Kecamatan Tempilang. Pantai ini memiliki keunikan dikarenakan pasirnya yang berwarna kuning keemasan, landai dengan ombak yang tenang. Pantai ini juga menyimpan daya tarik wisata lainnya berupa pesta adat Perang Ketupat yang dilaksanakan setiap tahunnya untuk menyambut Ramadhan.

Pantai Siangau
Pantai ini terletak 73 km dari Kota Muntok, berada di Desa Teluklimau Kecamatan Paritiga. Pada pantai ini terdapat susunan batuan yang menjorok ke laut sehingga banyak pengunjung yang memancing, karena di pantai ini masih terdapat banyak jenis ikan pancing yang dapat dipancing dari pinggir pantai.

Selain wisata sejarah dan wisata pantai yang banyak terdapat di Kabupaten Bangka Barat, ada juga wisata kuliner khas Kabupaten Bangka Barat yang sangat lezat, beberapa kuliner yang pernah saya nikmati diantaranya:

Lempah Kuning Ikan
Lempah kuning merupakan masakah khas Bangka Barat, yang biasanya terbuat dari ikan kembung yang dimasak kuah dicampur dengan irisan nanas. Terkadang lempah kuning ini tidak selalu terbuat dari ikan, bisa juga terbuat dari daging ayam, daging kambing, atau rusuk muda sapi yang dicampur pucuk kedondong untuk menambah rasa asam. Harga yang ditawarkan pun relatif murah dan terjangkau bagi wisatawan. Pokoknya masakan lempah kuning ini harus kalian coba ketika mengunjungi Bangka Barat.

Empek-Empak Udang
Sudah tidak bisa dipungkuri bahwa empek-empek merupakan makanan yang paling enak dan terkenal hampir di seluruh wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Nah termasuk di Kabupaten Bangka Barat, yang terkenal dengan empek-empek udangnya. Empek-empek udang ini pun sangat cocok dijadikan buah tangan dari Bangka Barat.

Otak-Otak Ikan Tenggiri
Otak-otak ikan tenggiri menjadi cemilan yang paling terkenal di Bangka Barat. Rasanya yang kenyal dan gurih menjadikan otak-otak ikan tenggiri ini banyak dicari oleh wisatawan.

Sebenarnya masih banyak sekali kuliner di Bangka Barat, saking banyaknya Kota Muntok ini terkenal dengan nama “Kota Seribu Kue”. Pada tahun 2010, Kota Muntok mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pemrakarsa dan penyelenggara pembuatan kue terbanyak dengan jenis terbanyak loh.

Well, hanya ini cerita saya untuk Kabupaten Bangka Barat. Dan saya merekomendasikan Bangka Barat untuk dikunjungi sebagai destinasi wisata kalian. Karena kalian akan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan selama wisata di Bangka Barat.

See you guys in others story J

Saturday, January 23, 2016

Work for Traveling or Traveling for Work


Faa, niy kamu kan suka traveling, siapa tau berminat ada acara seru (dikirimin foto acara social community mereka di suatu tempat)

Poy, enak banget siy kerja lo jalan-jalan mulu

Tuh kan, gw lagi di Jakarta, lo udah jalan lagi aja

Duh, tante sibuk keliling Indonesia ya, jadi gak sempat kunjungi ponakannya

Woii, kemana lagi nih?

Lo ngapain sih perginya jauh-jauh, udah mending di kantoran aja kayak gw.

Well, itulah sedikit cerita tentang pandangan orang terhadap kerjaan saya yang jalan-jalan mulu. Yang biasanya cenderung saya becandain balik untuk membalas statement tersebut. Dan sumpaaah yaa, belakangan ini sudah mulai berpikir ulang apakah memang saya suka menjalani pekerjaan yang hampir 50% harus pergi keluar kota tersebut. Padahal yaa kalau boleh saya flashback satu tahun ini saya pindah kerja pun dengan salah satu tujuan untuk tidak sering-sering dikirim keluar kota. Karena saya punya pemikiran ketika saya sudah menikah nanti dan punya anak, saya cenderung tidak mau untuk pergi survey untuk urusan kerjaan. Awalnya saat saya mengambil pekerjaan tersebut berharap sekali jika tempat kerja saya yang baru ini tidak akan sering survey keluar kota. Atau kalau pun diharuskan survey tidak untuk waktu lama, yaa hanya 2-3 hari dan itupun hanya dalam kota saja. 

But you know what? Ternyata oh ternyata harapan saya itu hampir berkebalikan 1800. Hampir setiap bulan saya “mau tidak mau” harus survey untuk melihat asset klien untuk waktu 3-4 hari. Bahkan jika saya sedang terlibat dalam pekerjaan Land Acquisition for Public Interest, maka saya dipastikan ada di suatu daerah untuk waktu 14-21 hari!!! Lalu apakah kemudian saya stress? Hmm, jawabannya hampir bisa dikatakan demikian, yang jelas saya sangat sangat sangat merasa gelisah dan selalu ngedumel untuk bisa pulang lebih cepat. Jadi, ketika ada teman yang berkomentar “lo enak banget sih poy jalan-jalan mulu” maka sebenarnya yang saya rasakan dan ingin balas komentar tersebut adalah “hih enak apaan sih, capek tau lama-lama di daerah, bikin kulit gw tambah hitam, harus relain jerawat muncul di wajah gw, pulang dari survey pun kerjaannya banyak dan selalu aja bikin masalah dengan jadwal main “mereka” karena saya belum ada di Jakarta”.

Tapi, entahlah saya pun sebenernya tidak ingin mengeluh dan terus-terusan mengeluh. Satu hal yang sangat saya rasakan dengan sering berpergian adalah saya merasa cepat beradaptasi dengan lingkungan. Saya pun menyukai traveling tapi kok ya kalau untuk urusan kerja saya sudah mulai berpikir ulang. Ya semoga saya segera mengerti perjalanan hidup saya yang Allah Swt berikan ini. Dan tetap saya harus bersyukur karena masih diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk menjadi manusia produktif. Alhamdulillah. 

Wednesday, November 4, 2015

Bagaimana Cara Menilai Rumah?

Ada 3 (tiga) pendekatan untuk menilai rumah, yaitu:
  1. Pendekatan Perbandingan/ Pendekatan data pasar. Pendekatan ini dilakukan dengan membuat perbandingan dengan nilai rumah lain yang sejenis di sekitarnya dan sudah terjadi transaksi.
  2. Pendekatan Biaya. Pendekatan ini dengan memperkirakan berapa biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan rumah tersebut
  3. Pendekatan Pendapatan. Pendekatan ini dengan menilai rumah dengan mempertimbangkan berapa besar kemampuan rumah tersebut memberikan potensi penghasilan (dalam hal ini penghasilan tersebut adalah sewa).
Nah, bagaimana cara menilai dengan ketiga pendekatan tersebut? Let’s check it out

PENDEKATAN PERBANDINGAN/PENDEKATAN DATA PASAR

Untuk menerapkannya, terdapat 3 aspek penting yang harus dilihat yaitu: 1) Fisik rumah (yang terdiri dari tanah dan bangunan), 2). Legalitas rumah, dan 3). Aspek eksternal (dalam hal ini kondisi lingkungan sekitar).

Langkah pertama teliti dengan cermat rumah yang akan dinilai. Kita harus melihat langsung rumah tersebut. Dapatkan data fisik rumah seperti luas rumah, luas tanah, tinggi rumah jumlah kamar tidur, kamar mandi dan ruangan-ruangan lain. Teliti dengan cermat, lihat langsung setiap sudut rumah jangan sampai ada yang terlewat. Catat dan foto semua yang kita lihat. Apakah ada keretakan, ada kerusakan. Apakah ada aspek yang menonjol dari bangunan, desain dan tata letaknya misalnya. Apa bahan material bangunannya: bahan pintu jendela, dindingnya, plafon, lantai. Bagaimana pula finishing-nya apakah rapi, sempurna. Bagaimana dengan struktur bangunannya apakah memenuhi standar. Adakah fasilitas bangunan seperti AC, pemanas air. Bagaimana dengan instalasi air bersih dan kotornya. Apakah ada bangunan pendukung seperti kolam renang, gazebo, dan sebagainya.

Selanjutnya adalah identifikasi tapak tempat bagunan didirikan. Berapa luasnya, berapa jarak rumah dari batas pinggir tanah, berapa luas halaman, apakah tanah persis di pinggir jalan. Berapa lebar jalan depan rumah, apakah mobil dapat leluasa masuk. Apakah tanah sejajar dengan tinggi jalan, atau di bawah jalan atau di atas jalan. Bagaimana dengan letak lahan apakah ada di sudut jalan atau di tengah. Dan yang sangat penting adalah meneliti dokumen. Apakah tanah bersertifikat, apakah bangunan ber-IMB. Bagiamana status hukum rumah tersebut apakah clear atau sedang terbelit masalah.


Lalu, tinjau kondisi eksternal rumah. Catat apa yang terdapat di kanan kiri rumah: rumah tetangga, kebun, padang rumput, area hijau, kuburan, tempat sampah, atau yang lainnya. Bagaimana lingkungan rumah tersebut, apakah lingkungan rumah tinggal aman dan nyaman. Bagaimana akses menuju rumah tersebut apakah mudah dan nyaman, mudah dijangkau dengan kendaraan umum atau harus dengan kendaraan pribadi.


Semua hal tersebut harus diidentifikasi semua, jika sudah maka selanjutnya adalah mendapatkan data pembanding. Yaitu rumah di sekitar yang pernah dilakukan transaksi. Usahakan sedekat mungkin dengan rumah yang dinilai dan semirip mungkin serta terjadinya transaksi belum terlalu lama, kalau bisa jangan lebih setahun. Kemudian, lakukan identifikasi fisik tanah dan bangunan, fasilitas pendukung dan faktor eksternal serta dokumen legal rumah pembanding itu, sebagaimana yang kita lakukan pada rumah yang kita nilai. Catat dan ambil fotonya. Setelah selesai satu rumah pembanding, usahakan mendapat pembanding yang lain dan lakukan langkah lanjutan yang sama. Semakin banyak data pembanding semakin baik.


Nah bagaimana cara memberi nilainya, cara yang paling simple dengan memberikan poin atau prosentase +/- dari setiap aspek. Kalau istilah yang ada di dunia penilai di adjustment gitu deh..hahaha


PENDEKATAN BIAYA

Penilaian rumah dengan pendekatan biaya ini diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai tanah ditambah dengan nilai bangunan beserta fasilitas pendukungnya. Pada penerapannya, nilai tanah maupun nilai bangunan dihitung per meter persegi dan dikalikan dengan luasannya.

Dengan pendekatan biaya ini, kita tidak memperdulikan apakah rumah yang sedang kita nilai adalah baru atau telah berumur lama, kita harus memperkirakan biaya membangun rumah tersebut dalam keadaan baru. Tahapan ini dilaksanakan tentu setelah kita melakukan penelitian lapangan pada fisik rumah secara cermat. Setelah diperoleh nilai biaya membangun baru, maka langkah selanjutnya adalah memperkirakan besaran penyusutan bangunan. Misal bangunan berumur 10 tahun, dan bangunan kurang mendapat perawatan rutin yang memadai. Nilai penyusutan fisik misalnya sebesar 20 persen. Jika biaya membangun bangunan baru adalah Rp400 juta, maka nilai bangunan adalah Rp320 juta. Nilai bangunan ini diperoleh dengan cara mengurangi biaya membangun bangunan baru Rp400 juta dengan penyusutan 20 persen. Setelah diperoleh nilai bangunan, maka selanjutnya nilai rumah dapat dikalkulasi dengan cara menambahkan nilai tanahnya.


Pada proses penaksiran nilai rumah menggunakan pendekatan biaya, penyusutan mempunyai peranan yang sangat penting untuk sampai pada nilai yang mendekati realita. Oleh karena itu besaran penyusutan dalam pendekatan biaya tidak selalu garis lurus. Bangunan yang lebih tua tidak selalu lebih besar prosentase penyusutannya dibandingkan bangunan relatif baru. Bangunan yang lebih tua tetapi dirawat dengan baik dan teratur disertasi dengan perbaikan-perbaikan secara rutin mempunyai prosentase penyusutan yang lebih rendah dibandingkan bangunan yang lebih muda tetapi tidak terawat. Pada penerapan pendekatan biaya, penyusutannya tidak hanya secara fisik tetapi ada juga penurunan nilai akibat tidak berfungsi optimalnya bangunan.


Sebenarnya pendekatan biaya ini yang paling mudah dicerna oleh logika yaa, tetapi dalam dunia professional pendekatan ini kurang digunakan sebagai pendekatan utama. Biasanya pendekatan biaya lebih digunakan sebagai cross check atas hasil penilaian dengan pendekatan data pasar. Alasannya karena nilai rumah tidak selalu sejalan dengan biaya membuatnya. Sebagai contoh, dua rumah yang dibangun dengan biaya yang sama, luas tanah dan bangunan sama, bisa bernilai berbeda jika yang satu dirancang oleh arsitek profesional sementara yang lainnya oleh seseorang yang tidak memahami kaidah rancang bangunan.


PENDEKATAN PENDAPATAN
Nah, kalau pendekatan pendapatan dalam penilaian rumah agak sulit karena pendekatan pendapatan lebih sesuai digunakan untuk income producing property (property yang menghasilkan pendapatan tertentu), seperti hotel atau restoran.

Pendekatan penilaian yang dilakukan dengan mendasarkan pada tingkat keuntungan yang mungkin dihasilkan oleh properti subjek pada saat ini dan masa yang akan datang yang selanjutnya dilakukan pengkapitalisasian untuk mengkonversi aliran pendapatan tersebut ke dalam nilai properti.

Ada 4 metodologi yang lazim digunakan dalam Pendekatan Pendapatan:
1.     Gross Income Multiplier (GIM) / Net Income Multiplier (NIM)
2.     Direct Capitalization
3.     Discounted Cash Flow (DCF)
4.     Residual Technique

Oke sekian dulu ya,